Batara Dewa Trading Academy

Bergabung bersama Batara Dewa trading Academy dengan mengikuti pelatihan dan kursus di kelas-forex.com dari sekarang

Private / Group

Terdiri dari dua kelas berbeda yaitu Private class dan Focus Group discussion

Free forex indikator dan signal

Dapatkan signal dan rekomendasi trading yang di dukung dengan indikator forex yang akurat.

Forum Diskusi

Jadikan kelas-forex.com sebagai forum diskusi para trader dalam berbagi ilmu.

Enjoy trading

Trading tanpa beban

Technical outlook EURUSD 07/01/14


EURUSD
Kondisi pasar yang terpantau pada saat ini adalah harga sedang tertahan di atas horizontal line 1.36195 sebelum melanjutkan trend bearish jangka pendek menuju titik support di area 1.35300 , jika harga berbalik maka kemungkinan harga akan mendekati resisten terdekat pada area 1.36615

By : Batara Guru fx


DISCLAIMER
informasi terkait yang dikemukakan oleh kelas-forex.com berasal dari berbagai sumber terpercaya dan aktual. Kami tidak bertanggung jawab atas tingkat akurasi dan kerugian dan penyalahgunaan informasi yang telah disajikan. Semua saran dan transaksi tidak mengikat.

Wall Street Minggu ini: Fed Minutes dan Laporan Data Tenaga Kerja



Para investor di bursa saham Amerika pada minggu ini akan perhatikan perkembangan di Washington, data tenaga kerja dan detail kesimpulan dari pertemuan terakhir Fed, dimana Fed pada pertemuan terakhirnya memutuskan untuk tarik sebagian alokasi dana stimulus.Premarket 4Detail kesimpulan dari hasil pertemuan Fed pada tanggal 17-18 Desember yang lalu, dimana hasil pertemuan tersebut memutuskan untuk kurangi alokasi dana stimulus sebesar $10 milliar menjadi $75 milliar per bulan, akan sangat di perhatikan oleh para pelaku pasar. Dimana para pelaku pasar saat ini ingin mengetahui secara jelas mengapa kebijakan tersebut diambil oleh Fed. Dan detail pertemuan tersebut juga dapat berikan gambaran mengenai akan seberapa cepat pengurangan stimulus selanjutnya akan dilakukan oleh Fed. Detail kesimpulan pertemuan Fed tersebut akan dirilis pada hari Rabu minggu ini.

Saham kembali alami kenaikan setelah Fed ambil keputusan untuk kurangi alokasi dana stimulus. Kenaikan tersebut terjadi karena para pelaku pasar menilai bahwa dengan pengurangan tersebut artinya Fed menilai bahwa kondisi ekonomi telah cukup kuat dan juga menghapuskan ketidak pastian mengenai kebijakan bank sentral. Stimulus Fed merupakan kunci penting dari kenaikan S&P 500 hampir 30 persen pada tahun lalu.Data ekonomi Amerika terbaru yang dirilis pada hari Kamis minggu lalu, yaitu factory activity berikan konfirmasi penting bahwa ekonomi Amerika memang alami pemulihan, dan ada indikasi bahwa Fed akan lanjutkan kebijakan pengurangan stimulusnya.Tetapi kunci penting dari semuanya, yang akan membuat para investor benar-benar meyakini kondisi pemulihan ekonomi Amerika adalah data non-farm payrolls untuk periode Desember yang akan dirilis pada hari Jum’at minggu ini. Fed sendiri menitik beratkan penentuan kebijakan stimulusnya pada penyerapan tenaga kerja. Pada bulan Desember yang lalu, setelah memutuskan untuk kurangi alokasi dana stimulus, Fed menyatakan bahwa mereka masih akan tetap pertahankan tingkat suku bunga mendekati nol, dan jika di hubungkan dengan pernyataan-pernyataan Fed sebelumnya, mereka kemungkinan besar masih akan pertahankan tingkat suku bunga mendekati nol hingga tingakt pengangguran Amerika dapat berada di bawah 6,5 persen.

Penyerapan tenaga kerja Amerika di perkirakan akan dapat menyerap sebanyak 197.000 orang untuk periode Desember, sedikit alami penurunan dibandingkan penyerapan tenaga kerja untuk periode November yang besarnya mencapai 203.000. Sedangkan tingkat penganguran diperkirakan akan berada dikisaran terendahnya dalam lima tahun terakhir, yaitu 7 persen.Keputusan Fed untuk kuarangi alokasi dana stimulus pada bulan Desember kemarin sebenarnya berikan kejutan bagi para pelaku pasar, karena sebelumnya diperkirakan Fed baru akan kurangi alokasi dana stimulus pada tahun 2014 awal.Dengan kebijakan Fed tersebut, jika ternyata kondisi ekonomi alami penurunan, maka para pelaku pasar akan bertindak agresif untuk ambil posisi jual, khususnya setelah pada tahun lalu terkadi kenaikan harga saham yang luar biasa besar.Saham pada minggu lalu ditutup dengan penurunan kecil, dengan Dow turun kurang dari 0,1 persen, S&P turun 0,6 persen. Nasdaq turun 0,6 persen.Selain data non-farm payrolls, pada minggu ini juga akan dirilis dara dari Institute for Supply Management untuk periode Desember untuk sektor jasa pada hari Senin, kemudian juga akan dirilis data factory order untuk periode November dan laporan revisi data durable goods order untuk periode November.

Kalender ekonomi untuk minggu ini juga akan terdiri dari dara defisit perdagangan internasional untuk periode November yang rilis pada hari Selasa dan data payrolls versi ADP untuk periode Desember yang akan dirilis pada hari Rabu. Data ADP diperkirakan akan tunjukkan penyerapan tenaga kerja sektor swasta sebesar 200.000 orang pada Desember, turun dibandingkan periode November yaitu 215.000 orang.Para pelaku pasar pada minggu ini juga akan berekasi terhadap dimulainya musim earning kuartal keempat 2013. Laporan keuangan dari Alcoa dan Monsanto akan dirilis pada minggu ini.Dan pada minggu depan laporan keuangan dari perusahaan-perusahaan finansial akan menyita perhatian para pelaku pasar.

Diperkirakan earning kuartal keempat tahun 2013 tersebut akan tunjukkan kenaikan sebesar 7,6 persen dibandingkan tahun lalu. Bandingkan dengan pertumbuhan earning sebesar 6 persen pada kuartal ketiga 2013. Hasil laporan keuangan kuartal keempat 2013 tersebut juga akan berikan gambaran akan seperti apa kinerja earning perusahaan-perusahaan pada tahun 2014 ini, apakah cenderung alami penurunan atau sebaliknya alami kenaikan, dan akan menjadi penentu arah dari pergerakan saham tahun ini.

Pejabat The Fed Soal Ekonomi, Taper

Bernanke 7Para pejabat the Fed menyampaikan pandangan yang beragam soal ekonomi dan program stimulusnya, dengan sebagian menyatakan optimisme dan mengindikasikan adanya peluang untuk melakukan pengurangan stimulus atau taper lanjutan.
Sang Ketua Ben Bernanke mengindikasikan tahun ini ekonomi AS semakin baik dengan mengatakan meski pemulihan belum sempurna, beberapa faktor yang menghambat pertumbuhan tahun lalu mulai berkurang. Menurutnya, membaiknya kondisi keuangan, prospek perumahan, dan kebijakan fiskal, ditambah dengan kebijakan moneter akomodatif, memandakan pertumbuhan ekonomi AS akan semakin pesat di kuartal-kuartal mendatang.
Pernyataan itu dianggap oleh pasar sebagai sinyal akan kemungkinan the Fed melakukan pengurangan stimulus lagi dalam waktu dekat. Ini merupakan bulan terakhir masa jabatan Bernanke, yang sudah menjabat sejak 2006. Ia akan digantikan oleh wakilnya Janet Yellen, yang sedang menunggu konfirmasi Senat hari ini. Rapat the Fed selanjutnya digelar pada 28-29 Januari nanti, ada spekulasi stimulus bakal dikurangi lagi sebesar $10 miliar menjadi $65 miliar per bulan. Gambaran lebih jelas mengenai prospek kebijakan bisa didapat melalui FOMC Minutes, yang akan diumumkan minggu ini.
Pejabat lain, Presiden the Fed distrik Richmond Jeffey Lacker dan distrik Philadelphia Charles Plosser menyampaikan pernyataan yang lebih gamblang lagi soal taper. Ia mengatakan pihaknya akan terus mengevaluasi program QE seiring perkembangan lapangan kerja. Ia memperkirakan the Fed bisa menaikkan suku bunga di awal 2015 bahkan lebih cepat kalau ekonomi terus tumbuh pesat. Sedangkan Plosser mengatakan the Fed bisa saja mempertimbangan taper di atas $10 miliar di masa mendatang, bila ekonomi semakin kuat.
Namun, tidak semua pejabat kompak mengenai pengurangan stimulus. Presiden distrik Boston Eric Rosengren berpandangan the Fed sebaiknya jangan terburu-buru memangkas program pembelian obligasi di saat inflasi masih di bawah 2%. Menurutnya, dengan inflasi masih di bawah target dan tingkat pengangguran di atas target, the Fed perlu bersabar dalam melakukan taper. Ia adalah pejabat satu-satunya yang menolak taper bulan lalu.

Sumber : strategydesk.co.id